Praktik politik yang saling sandera mendominasi
dinamika Pemilihan Gubernur Provinsi Maluku Utara sepanjang Tahun 2012.
Fenomena ini menandakan belum selesainya fase penguatan kepentingan menuju
kursi 01 Maluku Utara dan hal ini terjadi disetiap lini atau kalangan
masyarakat, bahkan mahasiswapun jadi target.
Dalam perspektif akademisi, mahasiswa yang
notabanenya sebaga Agen of Change menjadi lahan garapan oleh beberapa kandidat
Gubernur Maluku Utara, hal ini terlihat dari beberapa agenda yang dijalankan
oleh salah satu kandidat Gubernur Maluku Utara (Bapak Dr. Zainal Soleman)
dengan mengunjungi Makassar, selain agenda utamanya yaitu pertemuan KORPRI
Se-Indonesia. Beliau hadir pada hari Rabu 27 Juni 2012 untuk bertemu dengan
seluruh mahasiswa dan sesepu Maluku Utara yang berada di Makassar. Tidak bisa
dipungkiri kalau agenda paling penting adalah sosialisasi diri sebagai salah
satu Bakal Calon Gubernur, yang bingkai dalam Silahturrahim dan Basililoa
yang tergabung didalamnya juga sejumlah elemen masyarakat yang terhimpun dalam
Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) Makassar.
Ada beberapa pertanyaan besar yang kemudian
hadir, entah apa pemicunya sehingga mereka ingin bertemu dengan mahasiswa
padahal masih ada agenda lain yang harus dijalankan.? kenapa bukan daerah atau
kecamatan lain yang ada di Maluku Utara yang dikunjungi.? karena masyarakatlah
yang seharusnya menjadi perhatian, bisa jadi adanya sebuah penegasan
"KESEPAKATAN" yang terjadi dalam kunjungan itu.
Perlu ditambahkan bahwa dalam diskursus politik,
inilah perkara sangkaut pau teritorialisasi demokrasi dengan prolisasi
institusional demokrasi. Gamblangnya sangkut paut tergambar jelas dalam nilai
dan semangat demokrasi dalam rangka konkritisasi demokrasi, lanjutnya pada
praksis kehidupan bermayarakat dan beragama. Boleh jadi termasuk kembalinya
aktor, nilai, semangat, dan kebiasaan praksis politik lama yang pernah
mencengkram tengkuk kita.
Bebagai kondisi itu dapat membuat umur demokrasi
di Maluku Utara khususnya dan Indonesia umumnya tidak akan lebih dari 10 Tahun
lagi. Nah...cara-cara inilah yang sering terjadi ketika ada momentum penting
dan perlu diketahui bahwa mahasiswa harus jeli dalam melihat hal ini.
Mudah-mudahan Maluku Utara menemukan titik
perubahannya.
Hormatku
Noercholish Rustam (Koordinator JARINGAN
MAHASISWA MALUKU UTARA-JMMU Makassar)