Selasa, 02 Juli 2013

MEDIA; MALAIKAT atau SETAN (Meneropong Pilgub Malut)



Beberapa media di Indonesia umumnya dan Maluku Utara khususnya terbaca bahwa sangat patuh terhadap kepentingan ekonomi-politik kelompok tertentu dengan memberi porsi lebih pada agenda yang ingin dicapai.
Menurut Stuart Mill, media pada dasarnya tidak memproduksi melainkan menetukan (to define)  realitas melalui pemakaian kata-kata yang terpilih (Firman Yursak, Eddie Widiono: Dibawah Pusaran Media, 2007) . Pertarungan kepentingan dalam dunia media termasuk TV, Twitter, FB, BB, Lembaga survei ataupun lainnya selalu memenangkan kepentingan sang pemilik/sumber. Untuk konteks Maluku Utara terkait pemilihan Bupati-Wakil Bupati kita sulit mendapat berita/informasi yang bersifat kritis tentang masalah money politics atau lain sebagainya yang mengarah pada pelanggaran pemilu.
Inilah skema permainan yang dimainkan timses salah satu kandidat Gubernur-Wakil Gubernur Maluku Utara. Dengan media mereka menguasai jaringan-jaringan yang bersifat epicentrum pemenang malalui permainan OPINI yang digiring masuk ke tengah-tengah masyarakat yang pada dasarnya membuat semua konstalasi politik berubah. Kantong-kantong suara yang dimiliki kandidat lain menjadi terpolarisasi bahkan termakan dengan wacana yang berkembang lewat media, terlebih media online seperti yang disebutkan diatas tadi.
Inilah pergerakan yang sulit dibendung karena dibalik itu ada kekuatan besar yang bersifat materi/dana. Permainan ini sudah tak asing lagi bagi mereka yang sering mendengarnya, sebap ini merupakan instrument yang dipakai untuk mencapai kepentingan. Kematangan dalam analisis akan mengantarkan kita titik kebenaran.
Bentuk penekanannya adalah masyarakat harus pandai melihat, mendengar, & memahami opini yang berkembang, harus pandai memilah semua informasi yang masuk. Jadi media informasi seperti “pisau bermata dua”, bisa menjadi malaikat-bisa menjadi setan yang mempengaruhi pemikiran atau pilihan strategis kita. Olehnya itu kita harus punya analisis kritis dalam mebiasakan memverifikasi info yang didapat. Karena terlepas dari itu semua akan menghadirkan agitasi/isu yang bersifat negative/ekstrem dan menimbulkan potensi konflik yang besar. Berkaca dari pemilihan periode sebelumnya maka kita semua tidak mengingkan hal seperti terjadi kembali.
Masyarakat harus sadar bahwa sebuah keputusan resmi berada ditangan KPUD, maka kita harus bersabar untuk menunggu hal itu. Semoga Maluku Utara memiliki PEMIMPIN YANG ADIL, JUJUR, CERDAS & TEGAS.-
#SalamDamaiUntukPilgubMalut
By:
NURCHOLISH H. RUSTAM (Direktur Lingkar Studi Kajian Politik & Budaya Maluku Utara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar