Senin, 05 November 2012

" Semua Cagub Maluku Utara Harus Lanjutkan Pembangunan "


" Semua Cagub Maluku Utara Harus Lanjutkan Pembangunan "

Kontes Pemilihan Kepala Daerah (PILGUB) Maluku tinggal terhitung beberapa Bulan lagi, meskipun masih tergolong lama akan tetapi aroma hadirnya para Kontestan sudah tercium oleh Publik, Berbagai tawaran Visi/Misi yang dikampanyekan oleh Tim Suksesnya bahkan Calon Gubernurnya secara langsung tentunya semuanya mempunyai dampak positif terhadap Pembangunan Provinsi kepulauan tersebut, Ada yang memasang Tagline "Perubahan", Tagline "Lanjutkan" Sampai Tagline yang Polos Dan Datar, Tapi semua itu merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah dari misi membangun daerah, akan tetapi beberapa hal yang perlu kita sadari Dan bisa menjadi Telaah kita bersama yakni "Dari Sisi Mana Kita Mau Merubah Maluku Utara (Jika ditilik dari Perspektif Sosio Kultur) ?? Dan Indikator Apa yang mau dipakai untuk Merubah Maluku Utara ?? Terus bagaimana dengan Pondasi Pembangunan yang telah di torehkan oleh Tangan kokoh Thaib Armayin-Abd. Gani Kasuba di Masa Pemerintahannya ??.
Tentunya hal ini akan menjadi Kontradiksi kualitatif jikalau Visi Cagub-Cawagub Maluku Utara dipaksakan pada sisi Perubahan, karena Perubahan tidak bisa dilakukan semudah membalik telapak tangan, Perubahan itu sendiri butuh tahapan Dan proses yang begitu lama karena minimal langkah Awal yang dilakukan adalah Membongkar Pondasi yang telah dibangun oleh Pemerintahan sebelumnya, Dan jikalau hal itu dilakukan Maka Niscaya Pembangunan akan berjalan maksimal akibat tenaga Cagub-Cawagub telah terkuras habis oleh Pondasi yang sudah di bongkar akhirnya Pembangunan selanjutnya Semakin terbengkalai Dan yang sangat kontradiktif lagi yaitu Momentum Pemilu hanya 5 Tahun sekali artinya waktu 1 Tahun hanya dipakai untuk Membangun karena 4 Tahun telah terpakai untuk Pembongkaran, Sosialisasi Program sampai tetek bengek lainnya, Maka dari itu, Suksesi Pilgub Maluku Utara harus berorientasi pada upaya untuk membangunan akselerasi program, yakni Sinergitas antara Program di Pemerintahan sebelumnya Dan Program di Pemerintahan Selanjutnya, sehingga Laju pembangunan bisa tercapai secara berkelanjutan tanpa merubah hasil Karya Pemerintahan sebelumnya. Pemerintahan Thaib Armayin-Abd. Gani Kasuba harus realistis kita nilai sebagai satu pijakan Awal untuk membangun Maluku Utara yang berkelanjutan, Artinya Prestasi serta hasil yang telah mereka raih adalah bagian dari Suatu Karya yang wajib dilanjutkan oleh Pemerintahan kedepan. Para Cagub-Cawagub harus menggagas Misi kebijakan pembangunan yang ditekankan pada pembangunan yang berkeadilan dan berkesejahteraan serta berwawasan lingkungan (growth with equity, prosperity, and also environmental sustainability) . Selain itu disektor Perekonomian, Pemerintahan kedepan diharapkan membangun hubungan yang kuat antara Pemerintah, Komunitas Bisnis, dan masyarakat secara umum untuk melihat peluang investasi di Maluku Utara. Dengan demikian, keuntungan yang akan dicapai benar-benar dapat dirasakan masyarakat dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.
By : Noercholish Rustam (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Nasional Jakarta)

Rabu, 27 Juni 2012

“Politik Sandera, giliran mahasiswa yang jadi lahan garapan"


Praktik politik yang saling sandera mendominasi dinamika Pemilihan Gubernur Provinsi Maluku Utara sepanjang Tahun 2012. Fenomena ini menandakan belum selesainya fase penguatan kepentingan menuju kursi 01 Maluku Utara dan hal ini terjadi disetiap lini atau kalangan masyarakat, bahkan mahasiswapun jadi target.
Dalam perspektif akademisi, mahasiswa yang notabanenya sebaga Agen of Change menjadi lahan garapan oleh beberapa kandidat Gubernur Maluku Utara, hal ini terlihat dari beberapa agenda yang dijalankan oleh salah satu kandidat Gubernur Maluku Utara (Bapak Dr. Zainal Soleman) dengan mengunjungi Makassar, selain agenda utamanya yaitu pertemuan KORPRI Se-Indonesia. Beliau hadir pada hari Rabu 27 Juni 2012 untuk bertemu dengan seluruh mahasiswa dan sesepu Maluku Utara yang berada di Makassar. Tidak bisa dipungkiri kalau agenda paling penting adalah sosialisasi diri sebagai salah satu Bakal Calon Gubernur, yang bingkai dalam Silahturrahim dan Basililoa yang tergabung didalamnya juga sejumlah elemen masyarakat yang terhimpun dalam Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) Makassar.
Ada beberapa pertanyaan besar yang kemudian hadir, entah apa pemicunya sehingga mereka ingin bertemu dengan mahasiswa padahal masih ada agenda lain yang harus dijalankan.? kenapa bukan daerah atau kecamatan lain yang ada di Maluku Utara yang dikunjungi.? karena masyarakatlah yang seharusnya menjadi perhatian, bisa jadi adanya sebuah penegasan "KESEPAKATAN" yang terjadi dalam kunjungan itu.
Perlu ditambahkan bahwa dalam diskursus politik, inilah perkara sangkaut pau teritorialisasi demokrasi dengan prolisasi institusional demokrasi. Gamblangnya sangkut paut tergambar jelas dalam nilai dan semangat demokrasi dalam rangka konkritisasi demokrasi, lanjutnya pada praksis kehidupan bermayarakat dan beragama. Boleh jadi termasuk kembalinya aktor, nilai, semangat, dan kebiasaan praksis politik lama yang pernah mencengkram tengkuk kita.
Bebagai kondisi itu dapat membuat umur demokrasi di Maluku Utara khususnya dan Indonesia umumnya tidak akan lebih dari 10 Tahun lagi. Nah...cara-cara inilah yang sering terjadi ketika ada momentum penting dan perlu diketahui bahwa mahasiswa harus jeli dalam melihat hal ini.
Mudah-mudahan Maluku Utara menemukan titik perubahannya.
Hormatku
Noercholish Rustam (Koordinator JARINGAN MAHASISWA MALUKU UTARA-JMMU Makassar)

Jumat, 20 April 2012

Aktor Hubungan Internasional dalam Otonomi Daerah



Ilmu Hubungan Internasional mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan perkembangan kehidupan manusia. Walaupun secara normal ilmu hubungan internasional mengalih perkembangan pada abad ke-20, namun realitas ilmu hubungan internasional sebenarnya telah berlangsung sejak berabad-abad. Akan tetapi pada masa-masa itu, ilmu hubungan internasional menjadi bagian dari kejian ilmu social lain telah mapan. Dalam kajian ilmu hubungan internasional terdapat beberapa pelaku hubungan internasional yakni Aktor  internasional dimana peran individu yang memiliki reputasi atau kemampuan komunikasi internasionnal. Perkembangan hubungan internasional pada abad 21 telah merubah paradigm hubungan kerjasama yang selama ini dilakukan antara sesame negara dalam melakukan kerja tetapi pelaku hubungan internasional bisa saja oleh perusahan (MNC), LSM, NGO, dan Individu.
Dalam perubahan paradigma ini, banyak aktor non pemerintah yang melakukan kerjasama lintas negara seperti MNC yang turut mengembangkan pembangunan suatu negara. Hal ini telah menjadi dan bahkan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan disuatu negara.
Dengan demikian bangsa Indonesia sadar betapa penting hubungan kerjasama non pemerintah dapat mengurangi beban negara dalam bidang ketenagakerjaan baik di tingkat pusat maupun daerah. Maka dari itu kesadaran yang timbul dari keberadaan lembaga non pemerintah seperti perusahaan asing (MNC) dalam pembangunan ekonomi nasional sehingga negara membutuhkan untuk mengakomodir hadirnya lembaga swasta asing terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Dengan lahir Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan keuangan antara pusat dan daerah yang lebih dikenal dengan Otonomi Daerah. Dimana daerah diberikan kewenangan untuk mengurusi daerhanya dan mengelolah potensi sumber daya demi kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah sebagai amanat undang-undang pemerintah diharapkan mampu memberikan identifikasi potensi sumber daya alam untuk dikelolah dengan menawarkan kepada investor dalam rangka kerjasama dalam mengelolah sumber daya alam.
Dalam otonomi daerah, Pemerintah pusat memberikan pelimpahan wewenang oleh pemerintah daerah yakni gubernur selaku perpanjangan tangan dalam meberikan izin kepada para investor asing untuk melakukan aktifitas produksi di daerah.

Selasa, 20 Maret 2012







Sebelum para filsuf menjadi Raja, atau sebelum para Raja atau Pangeran atau bahkan Presiden sendiri didunia memiliki semangat dan kekuatan filsafat, dan sebelum keagungan politik & kebijaksanaan menjadi terpadu, serta sifat buruk yang saling mengalahkan itu disingkirkan. Maka harus memiliki seorang atau sekelompok filsuf ayang mempunyai integritas untuk membangun, dan dengan cara itulah bangsa negara kita akan tetap tegak dan menyaksikan gemilangnya hari.-

"Wahai Kaum intelektual Muda, saatnya berteriak untuk Negerimu & Bertindaklah untuk Rakyatmu..."

Selasa, 14 Februari 2012

"Sahabat"

DAUN selalu punya cerita,
cerita tentang kehidupan,
lambaiannya memberikan makna kehidupan.
AIR selalu punya cerita,
cerita tentang kehidupan & kesejukan,
tetesan & gemerciknya memberi makna.
BUNGA selalu punya cerita,
cerita tentang cinta,
mekarnya memberikan makna tatapan cita-cita.
KUPU-KUPU selalu punya cerita,
cerita tentang keindahan & keceriaan,
gerak terbangnya memberikan makna dinamis.
Seorang SAHABAT itu ibarat Daun, Bunga, Air, & Kupu-kupu
yang menarikmu dari kesedihan & memberikan harapan. Yang memberikan kesejukan
dalam sesaknya berperan dalam hidup yang menawarkan cinta
dalam balutan rasa kehidupan.
Seorang sahabat itu orang biasa namun memiliki kesetiaan
untuk berkembang bersama-sama.-

Irene F. Mongkar